Ramadhan sering datang dengan gegap gempita: target khatam, jadwal kajian, resolusi ibadah. Namun melalui kajian Tarhib Ramadhan From Heart to Jannah, yang diselenggarakan oleh Sahabat Menuju Jannah bersama Ruang Temenin, Ramadhan justru diperkenalkan dari sisi yang lebih sunyi—dari hati yang apa adanya, belum tentu rapi, namun ingin diperbaiki.
Sejak awal kegiatan, suasana yang dibangun terasa berbeda. Tidak ada tekanan untuk menjadi “lebih baik dari orang lain”, melainkan ajakan untuk lebih jujur pada diri sendiri. Ramadhan tidak diposisikan sebagai bulan perlombaan, tetapi sebagai ruang pulang—tempat hati yang lelah boleh beristirahat dan disembuhkan.
Pada sesi “Wanita Cahaya Ramadhan”, peserta diajak menyadari bahwa cahaya perempuan bukan selalu tentang peran besar atau pencapaian luar biasa. Cahaya itu hadir dalam kesabaran, dalam keikhlasan mengurus hal-hal kecil, dalam keberanian menjaga niat di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Pesan ini terasa dekat dengan realitas banyak perempuan yang menjalani peran ganda, sering kali tanpa jeda.
Sesi berikutnya, “Menata Hati, Untuk Ramadhan yang Ku Nanti”, menjadi titik paling reflektif. Di sini, peserta tidak diajak menyusun daftar target, melainkan menengok isi hati: apa yang masih mengganjal, apa yang belum selesai, dan apa yang sebenarnya ingin dipulihkan melalui Ramadhan. Banyak peserta menyadari bahwa kesiapan batin jauh lebih penting daripada ambisi ibadah yang terlalu tinggi namun rapuh.
Kajian ini juga diperkuat oleh dukungan mitra yang memiliki perhatian pada keberlanjutan kebaikan dan kesejahteraan umat, seperti Bank Jakarta Syariah, Wardah, dan Dompet Dhuafa, dengan Y2F Media sebagai media partner. Kolaborasi ini menghadirkan pesan kuat bahwa perjalanan spiritual juga membutuhkan ekosistem yang saling menguatkan.
Bagi banyak peserta, From Heart to Jannah bukan sekadar kajian tarhib. Ia menjadi momen berhenti, menarik napas, dan mengakui bahwa tidak apa-apa datang ke Ramadhan dengan hati yang belum sepenuhnya siap. Karena justru dari kejujuran itulah, perjalanan menuju Jannah bisa benar-benar dimulai.