Makan Malam Hangat di Bandung: Saat Anies Baswedan Mendengar Kisah ‘Swadaya Sadayana'


Basuara ID -- Suasana malam di RM Saung Apung Darmaga Cililin terasa begitu tenang. Di atas perairan Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, cahaya lampu berpendar di permukaan air dengan latar siluet pegunungan yang asri. Di sinilah Anies Baswedan berkumpul bersama Tim Aksi Bersama Pusat dan Tim Aksi Bersama Bandung untuk menikmati kuliner khas Sunda dalam suasana yang unik.

Meskipun tim duduk tersebar di meja-meja terpisah sesuai area saung apung, kehangatan komunikasi tetap mengalir tanpa sekat. Suara obrolan dan tawa terdengar saling bersahutan di antara meja, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental. Dibuka oleh Mas Hari sebagai PMO, lalu lanjut Kang Taufik dari Tim Aksi Bersama Bandung mengawali cerita tentang perjuangan teknis di lapangan, mulai dari menghancurkan batu kali secara manual hingga proses penggalian yang menguras tenaga para warga desa itu sendiri demi membangun infrastruktur desa.

Lanjut cerita Sekar menceritakan filosofi di balik "Bumi" atau rumah Sunda yang mereka jadikan inspirasi dalam pembangunan Gapura. Gapura beraksen sayap burung yang mereka kerjakan bukan sekadar hiasan, melainkan simbol harapan warga Jamilega serta Cilonok untuk terbang mengangkasa dan terus maju. Kehadiran Yayasan Islamadina di tengah lingkaran ini menjadi pilar penting, memberikan dukungan pendanaan sekaligus motivasi spiritual yang menguatkan mental para relawan.

Satu per satu anggota tim, mulai dari bagian arsitektur hingga fasilitator, berbagi perspektif mengenai intervensi sosial yang melibatkan anak-anak dan lansia. Tayib menyoroti narasi "Swadaya Sadayana"—sebuah semangat bergerak bersama yang melahirkan kebahagiaan murni, yang terlihat jelas dari senyum para petani di lokasi proyek.

Anies Baswedan yang menyimak dengan saksama memberikan catatan penutup yang mendalam. Ia memandang proses ini bukan sekadar pengerjaan program, melainkan sebuah kematangan gerakan (movement). Anies menganalogikan perannya seperti pelatih sepak bola yang diam di pinggir lapangan saat pertandingan; tanda bahwa setiap fase sudah dipersiapkan dengan matang oleh tim yang solid.

"Ini benar-benar sebuah gerakan, di mana rakyat tidak lagi menjadi tontonan," ujar Anies. Makan malam di tepi waduk tersebut diakhiri dengan pesan kuat untuk terus menjaga engagement yang tidak berjarak dengan masyarakat, semangat yang siap dibawa meluas hingga ke Aceh dan wilayah di luar Jawa lainnya.

Ads
Lebih baru Lebih lama